JAKARTA — Guna menyukseskan rangkaian gerakan nasional Bulan Dana Pensiun Tahun 2026, Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (DPLK CAR) secara masif menggelar rangkaian aksi literasi tatap muka (onsite/offline) secara beruntun. Melalui komitmen berkelanjutan ini, DPLK CAR berfokus memperluas penetrasi inklusi keuangan dan kesadaran proteksi ekonomi hari tua ke berbagai sektor profesi, mulai dari tenaga pendidik hingga perwakilan dunia usaha.
Rangkaian program literasi intensif ini dipimpin langsung oleh Vice President DPLK CAR, Okta Sutara, dengan mengusung tema besar “Menabur di Masa Muda, Menuai di Masa Tua”.
Jangkau Sektor Pendidikan: Pembekalan Guru di Jakarta Pusat
Pergerakan awal dimulai pada Jumat, 25 September 2026, di mana tim edukasi DPLK CAR terjun langsung memberikan pemahaman finansial ke sektor pendidikan formal. Program sosialisasi ini dilaksanakan di dua titik strategis secara simultan, yakni bertempat di Yayasan Nurul Huda (Komplek Polri) serta lingkungan SDN Rawajati 07 Pagi, Jakarta.
Edukasi tatap muka ini secara khusus menyasar para Guru dan Tenaga Pendidik beserta perwakilan wali murid. Jajaran guru dibekali wawasan taktis mengenai pentingnya mengubah paradigma keuangan, tata cara alokasi arus kas rumah tangga yang seimbang, serta pengenalan produk Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) untuk mengamankan stabilitas ekonomi keluarga ketika memasuki masa purnabakti kedinasan kelak.
Jangkau Sektor Korporasi: Sosialisasi Massal di MM2100
Memperluas jangkauan ke sektor industri, DPLK CAR melanjutkan aksi kampanyenya pada Rabu, 30 September 2026. Forum pembekalan berskala korporasi ini dilaksanakan bertempat di Conference Hall Kawasan Industri MM2100, Cibitung – Bekasi. Agenda ini diselenggarakan dengan membidik para Perwakilan Perusahaan, pengusaha, serta manajemen pemberi kerja sebagai target audiens utamanya.
Dalam forum tersebut, Okta Sutara membedah urgensi pemenuhan hak-kewajiban ketenagakerjaan berbasis jaminan hari tua, strategi pengelolaan investasi portofolio korporasi yang aman dan akuntabel, serta pentingnya fasilitas program pensiun kompensasi pesangon sebagai instrumen perlindungan kesejahteraan karyawan. Sesi diskusi interaktif ini diharapkan mampu mendorong dunia usaha agar proaktif memfasilitasi perlindungan masa depan yang bermartabat bagi seluruh pekerjanya




