Tentang

Latar belakang

Mulai sekarang, untuk masa pensiun yang lebih tenang

Bulan Dana Pensiun hadir untuk mengajak masyarakat Indonesia semakin sadar dan peduli untuk mempersiapkan masa pensiun sejak dini.

Seiring meningkatnya usia harapan hidup, kita juga perlu mempersiapkan masa depan lebih jauh. Salah satunya dengan merencanakan keuangan agar tetap mandiri dan sejahtera ketika memasuki masa pensiun. Melalui berbagai kegiatan edukasi, literasi, dan kolaborasi, Bulan Dana Pensiun mengajak kita mengenal lebih dekat pentingnya program pensiun dan mulai mengambil langkah nyata untuk mempersiapkan hari tua.

Karena mempersiapkan pensiun bukan hanya soal nanti. Semakin awal dimulai, semakin banyak pilihan yang kita miliki di masa depan. Dengan demikian, Bulan Dana Pensiun diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya perencanaan pensiun di Indonesia.

Mengapa ini penting

Masa pensiun makin panjang, kesiapannya belum merata

Umur harapan hidup penduduk Indonesia terus naik. Artinya, tahun-tahun setelah berhenti bekerja bertambah panjang dan tetap perlu dibiayai.

Ilustrasi pembagian fase keuangan dalam satu masa hidup

Masa belajar dan bertumbuh

0 tahun

Masa bekerja

22 Tahun

59 Tahun

Masa pensiun

74 Tahun

Tahun Pensiun
± 0

Bagi yang berhenti bekerja pada usia pensiun, masih ada belasan tahun kehidupan yang perlu dibiayai tanpa penghasilan tetap. Selama masa itu, kebutuhan sehari-hari harus tetap berjalan. Karena itu, semakin awal masa pensiun dipersiapkan, semakin banyak waktu yang kita miliki untuk membangun bekal hari tua.

*Usia 22 tahun digunakan sebagai asumsi ilustratif mulai bekerja.
**Usia 59 tahun merupakan usia pensiun Program Jaminan Pensiun pada 2025 sesuai PP Nomor 45 Tahun 2015.
***Berdasarkan BPS, Umur Harapan Hidup saat lahir Indonesia tahun 2025 sebesar 74,47 tahun. Ilustrasi ini bukan merupakan perhitungan aktuaria mengenai rata-rata lama masa pensiun.

Literasi keuangan sektor dana pensiun

0 %
Jauh tertinggal dari tingkat literasi keuangan nasional yang mencapai 66,46 persen. Masih banyak masyarakat yang belum memahami produk dan layanan dana pensiun serta manfaatnya dalam mempersiapkan masa depan.
Sumber: Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 (OJK–BPS)

Peserta program pensiun di Indonesia

0 Juta

Terdiri dari 24,71 juta peserta program pensiun wajib dan 5,42 juta peserta program pensiun sukarela masih jauh di bawah jumlah angkatan kerja nasional.

Sumber: Otoritas Jasa Keuangan, data April 2026

Tantangan literasi juga terlihat pada sejumlah kelompok masyarakat. Tingkat literasi keuangan penduduk berusia 51–79 tahun tercatat 54,55 persen, dan kelompok petani, peternak, pekebun, serta nelayan sebesar 58,87 persen keduanya di bawah rata-rata nasional. Bulan Dana Pensiun hadir untuk membawa edukasi tentang persiapan pensiun lebih dekat kepada seluruh kelompok masyarakat.

* merupakan tingkat literasi keuangan nasional, untuk seluruh sektor keuangan dan tidak hanya dana pensiun.

Tujuan Kegiatan

Lima hal yang ingin dicapai

1

Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya program pensiun dalam merencanakan masa depan keuangan.

2

Mendorong masyarakat untuk mulai mempersiapkan masa pensiun sejak usia produktif.

3

Memperluas akses informasi mengenai pilihan program pensiun yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

4

Memperkuat kolaborasi antara pemerintah, regulator, industri, dan berbagai pihak dalam membangun ekosistem pensiun yang lebih kuat.

5

Mendorong lebih banyak masyarakat mengambil langkah nyata untuk membangun kesiapan finansial di masa pensiun.
Scroll to Top