JAKARTA — Guna menyukseskan gerakan nasional Bulan Dana Pensiun Tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi memperkuat edukasi publik melalui platform digital. Langkah nyata ini diwujudkan melalui tayangan video podcast khusus bertajuk “Dana Pensiun Jadi Kunci Slow Living? Ini Cara Menyiapkannya” di kanal YouTube resmi JAMSOSTALKS.
Forum edukasi interaktif ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiono, serta Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya. Dalam pembahasan tersebut, Ogi Prastomiono memaparkan data nasional bahwa tingkat inklusi dana pensiun di Indonesia masih sangat minim, yakni hanya menyentuh angka 5,10% dengan tingkat literasi sebesar 22,21%. Oleh karena itu, OJK bersama BPJS Ketenagakerjaan secara masif mencanangkan gerakan Bulan Dana Pensiun sepanjang September 2026 di berbagai kota besar guna mendorong masyarakat agar mulai membangun budaya menabung sejak usia produktif awal.
Sejalan dengan hal itu, Trisna Sonjaya menegaskan pentingnya mengubah paradigma pekerja agar memandang iuran jaminan hari tua sebagai sebuah kebutuhan masa depan, bukan sekadar kewajiban atau beban potongan gaji. Melalui skema Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP), BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen terus memperluas inovasi layanan digital dan produk proteksi yang inklusif agar dapat menjangkau seluruh segmen pekerja formal maupun pekerja informal (BPU) demi terwujudnya masa tua yang mandiri dan sejahtera.




